Friday, August 5, 2011

Inez Rindang Irawady Tarawih Bareng Berbagai Etnis


Seperti di Indonesia, sejumlah pasar di Singapura juga menjual aneka makanan takjil atau makanan berbuka puasa. Kedai-kedai menjelang berbuka puasa di sepanjang Arab Street dan daerah di sekitar Geylang mulai berdiri.

Juga tampak ramai di sekitar pelataran masjid di Singapura, yaitu para jamaah yang ingin beribadah dan menunggu berbuka puasa. Para pedagang yang mayoritas adalah melayu menawarkan kue-kue basah, kolak, pisang goreng, es dawet, dan jajanan manis lainnya.

Selepas Maghrib, lampu-lampu dan lampion dinyalakan pada malam hari menambah semangat bulan Ramadhan. Sebagai pelajar di Singapura, yang jauh dari kata 'dimasakin orang tua', Inez Rindang Irawady, terbiasa makan sahur di kedai-kedai makanan halal yang buka 24 jam.

Duta Pengembangan Produk Religi dari Tim Koordinasi Pengembangan dan Wirausaha Kreatif 2011 ini sedang menimba ilmu di Jurusan Fashion Marketing, Raffles Design Institute. Tahun ini, Inez berpuasa di negeri jiran ini.

Makanan yang disuguhkan ialah makanan-makanan khas melayu: Indonesia, India, dan Thailand. Lokasi tempat untuk berbuka dan makan sahur tak jauh dari apartemen yang ditinggalinya.

"Alhamdulillah, saya terbiasa sahur dengan teman-teman di kedai makanan yang makin ramai pada jam-jam menjelang sahur. Kebanyakan dari mereka adalah pelajar Indonesia," ungkapnya melalui surat elektronik kepada Republika, Rabu (3/8).

Untuk shalat Subuh berjamaah atau Tarawih, Inez shalat di masjid-masjid terdekat atau di KBRI Singapura. Kadang Perkumpulan Pelajar Indonesia melakukan acara buka puasa bersama di KBRI Indonesia. Ia termasuk beruntung karena jarak antara masjid dari tempat tinggal sangat dekat dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Inez yang pernah aktif di organisasi Remaja Masjid Jami Al-Amien dan Islamic Center di kawasan Bintaro Jakarta Selatan ini menambahkan, menjelang shalat Tarawih ada kultum (kuliah tujuh menit) yang disampaikan ustaz dengan bahasa Melayu atau bahasa Inggris sebagai pengantarnya.

Setelah Tarawih, ada pengajian untuk ibu-ibu. Yang menarik, jamaah shalat Tarawih berasal dari macam-macam etnis, seperti Bangladesh, Melayu, Chinese, dan Western. "Kami berkumpul menjadi satu, atas nama ibadah untuk Allah SWT," tutur putri pasangan Edy Putra Irawady dan Sri Redjeki ini.

Buat Inez sendiri, godaan terberat menjalankan ibadah puasa di Singapura adalah cuaca yang sangat terik. Godaan lain, Inez harus tahan dengan banyaknya orang lalu lalang sambil makan atau minum karena mayoritas penduduk Singapura bukanlah Muslim. Namun, toleransi di negeri itu sangat terasa. “Saya bersyukur dan bangga menjadi seorang Muslim, kami sangat dihargai di sini,” ungkapnya.

Makna Ramadhan buatmua apa? Gadis kelahiran Washington 8 Mei 1990 ini menjawab ringan. Ramadhan untuk menyucikan diri, jiwa, dan raga atau istilahnya kembali fitrah. Di bulan ini, segala amal ibadah akan dilipat gandakan Allah SWT. “Allah sungguh baik,” kata gadis cantik ini.

ed: zaky al hamzah

Oleh Damanhuri Zuhri
http://republika.co.id:8080/koran/0/140544/Inez_Rindang_Irawady_Tarawih_Bareng_Berbagai_Etnis