SEBUAH ajang fesyen bertajuk Indonesia Islamic Fashion Fair (IIFF) siap digelar 3 Agustus 2010. Acara ini menjadi salah satu upaya menjadikan Indonesia sebagai kiblat industri mode muslim dunia. Acara yang diprakarsai Indonesia Islamic Fashion Consortium (IIFC) itu juga diharapkan dapat menjadi ajang pertemuan perancang lokal dan dunia, produsen, serta konsumen dari berbagai penjuru.
IIFF yang diadakan untuk kali pertama ini, rencananya akan berlangsung selama sebulan penuh hingga 3 September mendatang. Menurut Diretur Marcom IIFC Eka Shanty, sebanyak 31 desainer busana muslim akan ikut serta memeriahkan pagelaran tersebut, antara lain Ida Royani, Shafira, Merry Pramono, Nuniek Mawardi, Dian Pelangi, dan Hengky Kawilarang. Jumlah busana yang akan ditampilkan sebanyak 450 busana.
Menurut Direktur IIFC Gilarsi W. Setijono, dengan populasi umat Islam terbesar di dunia serta kekayaan kultur dari berbagai suku di pelosok nusantara, Indonesia berpotensi menjadi pemasok terbesar untuk pasar mode busana muslim. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membentuk citra 'the other value of Indonesia.' Jadi, menurutnya, selain terkenal dengan kekayaan alamnya, Indonesia juga memiliki keunikan wisata belanja yang mendukung gaya hidup muslim, sehingga nantinya mampu menarik minat wisatawan asing terutama dari negara-negara Islam untuk berkunjung.
''Islam, fesyen, kekayaan budaya. Tidak ada yang bisa mengalahkan Indonesia,'' cetus Gilarsi, Jumat (23/7). ''Ini dapat meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia di kancah internasional, sekaligus menjadi solusi alternatif dalam penyediaan lapangan pekerjaan.''
Untuk itu, IIFC didukung Kementerian Koordinator Perekonomian, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, serta Departemen Perindustrian dan Perdagangan, memiliki misi menjadikan Indonesia sebagai kiblat fesyen muslim dunia pada 2020.
Sementara itu, desainer Merry Pramono yang ikut serta dalam IIFF, tidak dapat menyembunyikan antusiasmenya menyambut ajang tersebut.
''Di Indonesia banyak desainer busana muslim yang menghasilkan karya-karya bagus. Tapi, sayangnya belum begitu dikenal di mancanegara,'' katanya. IIFF diharapkan dapat menjadi ajang bagi para desainer busana muslim lokal untuk unjuk gigi dan memamerkan buah kreativitasnya.
''Mudah-mudahan dengan adanya ajang Indonesia Islamic Fashion Fair ini, Indonesia semakin dikenal sebagai kiblat busana muslim dunia,'' imbuhnya.
Merry menilai, pangsa pasar busana muslim saat ini semakin berkembang. Selain pasar dalam negeri, sudah merambah pula ke negara-negara tetangga seperti Brunei Darussalam dan Malaysia. Sebab, menurutnya, busana muslim Indonesia lebih fashionable dibandingkan negara-negara tersebut.
''Yang diminati terutama busana dengan bahan-bahan lokal seperti batik dan brokat. Karena materialnya berbeda dari yang lain,'' jelasnya.
Menurut Merry, tren busana muslim saat ini cenderung minimalis, dengan potongan sederhana dan tidak terlalu banyak ornamen dan pernak-pernik. (LI/OL-06)
Sumber Media Indonesia
Thursday, September 30, 2010
Indonesia Islamic Fashion Fair Digelar Sepekan lagi
Diposkan oleh [yapensa.com] di 3:07 AM
Label: Fesyen Muslim
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

0 komentar:
Post a Comment